Siapa Aku

Bermula dari CINTA yang semestinya tidak begini LAGI.
Terlalu lama waktu belalu. Berjalan, mencoba, merasakan, mengerti. Tapi seharusnya tidak begini lagi. 
Waktu terbuang SIA SIA. Ingin rasanya taaruf saja seperti kebanyakan orang. Tapi taaruf itu jodoh yang datang tepat pada waktunya. Malu untuk cerita tapi sebagian dari kalian pasti manggut manggut dan bicara dalam hati.. IYA AKU JUGA BEGITU.

Kita mulai curhat nya...

Satu tahun sudah berlalu.. menjalin hubungan dengan ketidak pastian, bodoh rasa hati mengerti akan keadaan, tapi apa daya aku hanya bisa bersujud memohon ampun atas apa yang terjadi dimasa lalu dan berharap akan keajaiban di masa depan. Aku layaknya seorang pengembara yang tidak tau, kemana akhir perjalanan ku. Sedih hati mengingat semua yang harus cepat diatasi. Jodoh ku, kamu dimana? Tuhan, seandainya sudah pantas aku menjadi seorang istri dari seorang imam yang baik menurut mu, percepatlah waktu itu, ada sejuta harapan untuk menjadi lebih baik dengan hal itu. Semua pengharapan aku tumpuhkan di atas sajadah, bersujud memohon agar engkau segerakan aku menjadi wanita sempurna. Walau aku mengerti, aku tau, banyak hal yang kadang tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan setelah menjadi seorang istri. Tapi bagi ku, halal adalah suatu ibadah penting untuk menjadikan ku umat Mu yang sempurna. 
Aku akan terus diam dalam tangisan malam, tidak ingin memaksa apa pun yang terjadi nanti, karena terlalu banyak cerita sedih tentang KELUARGA yang diawal memaksa. 
Aku berserah diri atas apa yang terjadi, tunjukan saja jalan yang harus aku tempuh berdurih, dengan api atau dikelilingi bunga wangi. Akan terus aku berjalan dan tak akan menyalahkan. Hidupku untuk Mu, untuk orang tua ku, untuk keluarga yang selalu mengasihi ku.
Selalu berdoa sembari memantaskan diri. Sudah pantaskah aku menjadi "...." dan sudah pantaskah kamu menjadi "...." siapa aku? DIMATA MU.

~RAH~


Komentar